Saturday, 25 May 2013

Desaru

Ini kali pertama Thariq dan Zaki bermain di pantai. Di Desaru, tepatnya. Alhamdulillah, Ayah mendapat undangan Family Gathering di Fakulti tempat beliau bekerja. Sejak beberapa hari sebelumnya, anak-anak sudah sibuk mempersiapkan diri. Mereka memang sudah pernah meliaht pantai karena kami sering lewat Danga Bay yang berhadapan langsung dengan Singapura. Tapi merasakan pasirnya, belum pernah sama sekali.

Satu hari menjelang berangkat, kami belanja mainan untuk membuat istana pasir. Semua hal sudah tertata rapi di benak Mama. Sayangnya, malam itu Ayah datang dengan membawa kabar yang kurang menyenangkan.

Si biru, Wira 96 kami, terkena gearnya. Menurut Haji Halil, harus diganti. Ga boleh dibawa pergi jauh. Ayah bilang, ke Desarunya dibatalkan. Hiks, sedihnyaaa... Alhamdulillah, Mama dapat akal.

Singkat cerita, kami menyewa mobil dari Pak Aulia. Alhamdulillah, pagi-pagi menjelang berangkat, Myvi 2006 berwarna merah saga, sudah nangkring di depan rumah. Asyiknyaaaa....

Anak-anak sibuk 'mencoba' mobilnya. Sementara Mama masih sibuk juga di dapur, menyelesaikan pesanan IKMI untuk acara esok hari: 100 risoles dan 4 loyang brownies, ouch!

Tepat jam 12 siang, semua selesai. Kami siap berangkat. Tentu mampir dulu ke rumah Bu Has untuk mengantar kue.

Kami yang tak pernah ke mana-mana, hanya mengandalkan Sygic saja. Alhasil, si dia menunjukkan jalan yang teramat puanjaaaaangggg. 121km, lewat Kota Tinggi, whoaaaaa....! --sempat kesasar ke jalan menuju Mersing segala, hihihi *of the record*--


Jalan yang berliku, sempit, naik turun dan ramai kendaraan. Ada rombongan biker di depan kami. Berpuluh motor, berjajar-jajar. Terpaksa kami menguntit dari belakang, lambat-lambat. Hampir tiga jam kami di perjalanan, hingga akhirnya menemukan sebuah monumen bertuliskan Bandar Penawar! Alhamdulillah, Desaru sudah dekat!

Dan syukur, kami pun mendapatkan kamar dekat kolam renang. G-101. Begitu masuk, anak-anak sibuk ber-whaa... whaaa, alias takjub dengan fasilitas dan bagusnya tata letak kamar. Tanpa perintah, mereka langsung menyalakan AC, TV dan naik ke kasur, hahaha... *norak*

Sementara si kecil langsung nyemplung ke bathtub.. yeyyy!

Setelah mandi, Mama menyiapkan semua anggota keluarga dengan baju rapi jali khas kostum dinner. Maklum, dah mau maghrib. Biar sekalian, gitu. Kan bawa bajunya juga dikit, hohoho...

Sampai di lapangan dekat tempat dinner, Mama shock! Ternyata acaranya adalah permainan keluarga, wahahaha... saltum deh! Gak pa pa, Satria and Fam, pantang mundur. Meski dengan baju resmi, kami tetap berpartisipasi.

Farid ikutan lomba mengutip gula-gula. Lucu sekali! Dia bisa, lho, diberikan instruksi. Dengan plastik di tangan, dia lari menuju seberang sana, untuk mengambil jelly dan gula-gula. Tapi oh tapi... saat menemukan jelly untuk pertama kalinya, bukannya dimasukkan ke dalam plastik dan melanjutkan tugas, malah minta dibukain... whoaaaaa! Mama guling2, gagal jadi emaknya sang juara, hiks... hiks... *lebay

Akhirnya, saat semua peserta sibuk memberikan hasil kutipannya *bahasanya, hihi* ke panitia, Farid sibuk makan jelly... nyam!

Dan lomba berikutnya diikuti oleh Thariq. Lombanya adalaaaahhhhh... "mengutip gula-gula dengan mulut!" --mana gula-gulanya diletakkan di dalam taburan tepung lagi, wahahaha... hasilnya, Thariq berhasil mendapatkan dua buah gula-gula, dengan mulut dan hidung penuh tepung, xixixixi *ga tega*

Sayangnya, si Ayah ga ikutan lomba. Malu kalah katanya... idiiiihhhh, masak Satria begitu sih? Bukannya pas kecil jagonya main? :-P

Sore itu, lomba diakhiri dan direncanakan akan dilanjutkan esok hari. Kesempatan kami untuk ke pantai.

Tadinya kami cuma mau foto-foto saja. Tapi namanya anak-anak, saling lempar pasir dan sebagainya akhirnya basah deh tuh bajuuu... Yaahhh, demi pengalaman baru si anak, gak pa pa lah! Lalu, siapa yang bisa marah kalau lihat mereka bahagia seperti ini?

No comments:

Post a Comment