Bahwa setiap anak lelaki menyukai bola, saya hampir mempercayainya. Buktinya, setiap bertemu bola, anak-anak selalu antusias. Memainkannya meski enggak semahir para pemain bola.
Bahwa setiap anak lelaki suka berantem-beranteman, saya pun hampir mempercayainya. Bahkan Farid, 1 tahun 10 bulan, suka melakukannya bersama Abang dan Masnya. Ia tak peduli meskipun badangnya paling kecil sendiri. Sepertinya, ia merasa cukup besar untuk menjadi 'lawan' Abang dan Mas.
Yang jelas-jelas saya percayai adalah bahwa setiap anak lelaki adalah unik. Mereka punya sifat, karakter, cara tumbuh, cara berkembang dan cara berkomunikasi yang berbeda.
Kali ini, ijinkan saya bercerita tentang Zaki, 6 tahun 8 bulan.
Baby Zaki lahir di RS Al Islam, Bandung, 10 September 2006. Melahirkannya, saya bahkan sempat pingsan akibat tak kuat dengan sakitnya diinduksi. Masya Allah, sebuah pengalaman yang nikmat luar biasa.
Saya terbangun ketika sudah di ruang bersalin. Saya tak sadar saat dipindahkan dari ruang sebelumnya.
Tapi detik-detik melahirkan Zaki adalah yang tercepat. Ia lahir tanpa saya sadari. Bahkan saya tak merasa ia sudah di luar, :-P *gimana sih? hihihi
Zaki sempat kuning karena darah kami berbeda. Inget banget ketika ia tiduuurrr terus pada hari ketiga setelah kelahirannya. Saya merasa senang karena saya kira ia bayi yang anteng, ternyataaa... hiks. Alhamdulillah, ia sehat kemudian. Setelah disusuin dan dijemur.
Zaki tumbuh dan tumbuh. Semasa balita, ia dikenal sebagai anak yang aktif. Bahkan saya sempat khawatir karena beberapa kali kedapatan 'memukul' temannya. Hingga suatu hari ada seorang Ibu yang takut anaknya berdekatan dengan Zaki, :-(
Soal sekolah, berbeda dengan Abangnya yang memulai sekolah sejak umur 3 tahun, Zaki terlambat. Ia baru masuk TK umur 6 tahun. Akibatnya, ia pun terlambat belajar menyesuaikan diri dan bersosialisasi. Sedih rasanya saat mengingat Zaki berjalan terbungkuk-bungkuk karena takut dengan Cikgunya, :'(
Saya bahkan sampai meminta perhatian para Cikgu untuk tidak membentaknya. Takut ia mundur dan tak mau sekolah lagi.
Tadi siang, ketika saya telepon Bapak di Malang, yang pertama kali beliau tanyakan adalah Zaki.
Saya bilang, Alhamdulillah, Zaki sudah jauh lebih baik. Sekolahnya sudah tidak ogah-ogahan lagi. "Ini pasti berkat doa Mbah dari Mekkah," ucap saya menirukan Zaki.
"Alhamdulillah, Bapak doakan betul-betul memang. Tak rewangi nangis ndungakno Zaki, Ar. Sakno. Zaki pasti punya kelebihan. Hanya kalian berdua harus sabar," nasihat Bapak, membuat air mata saya meleleh.
Iya. Kesabaran kami memang lebih sering habis saat menghadapinya.
Padahal ia hanyalah bocah kecil yang belum bisa membedakan salah dan benar --hiks, maafkan kami, ya Nak...
Nasihat Bapak menyadarkan kami, bahwa setiap anak lelaki adalah unik. Mereka memiliki kelebihan masing-masing. Mereka harus dihadapi dengan cara yang berbeda. Cara yang tepat, tentu saja.
Semoga, Allah memudahkan kami untuk menjadi orangtua terbaik bagi tiga anak lelaki yang diamanahkan Allah pada kami. Hingga kami mampu mengantarkan mereka menjadi manusia hebat, yang tinggi derajatnya, mulia akhlaknya dan sehat lahir batinnya, aamiin.
We luv U, Zaki <3
Sunday, 26 May 2013
Saturday, 25 May 2013
Desaru
Ini kali pertama Thariq dan Zaki bermain di pantai. Di Desaru, tepatnya. Alhamdulillah, Ayah mendapat undangan Family Gathering di Fakulti tempat beliau bekerja. Sejak beberapa hari sebelumnya, anak-anak sudah sibuk mempersiapkan diri. Mereka memang sudah pernah meliaht pantai karena kami sering lewat Danga Bay yang berhadapan langsung dengan Singapura. Tapi merasakan pasirnya, belum pernah sama sekali.
Satu hari menjelang berangkat, kami belanja mainan untuk membuat istana pasir. Semua hal sudah tertata rapi di benak Mama. Sayangnya, malam itu Ayah datang dengan membawa kabar yang kurang menyenangkan.
Si biru, Wira 96 kami, terkena gearnya. Menurut Haji Halil, harus diganti. Ga boleh dibawa pergi jauh. Ayah bilang, ke Desarunya dibatalkan. Hiks, sedihnyaaa... Alhamdulillah, Mama dapat akal.
Singkat cerita, kami menyewa mobil dari Pak Aulia. Alhamdulillah, pagi-pagi menjelang berangkat, Myvi 2006 berwarna merah saga, sudah nangkring di depan rumah. Asyiknyaaaa....
Anak-anak sibuk 'mencoba' mobilnya. Sementara Mama masih sibuk juga di dapur, menyelesaikan pesanan IKMI untuk acara esok hari: 100 risoles dan 4 loyang brownies, ouch!
Tepat jam 12 siang, semua selesai. Kami siap berangkat. Tentu mampir dulu ke rumah Bu Has untuk mengantar kue.
Kami yang tak pernah ke mana-mana, hanya mengandalkan Sygic saja. Alhasil, si dia menunjukkan jalan yang teramat puanjaaaaangggg. 121km, lewat Kota Tinggi, whoaaaaa....! --sempat kesasar ke jalan menuju Mersing segala, hihihi *of the record*--
Jalan yang berliku, sempit, naik turun dan ramai kendaraan. Ada rombongan biker di depan kami. Berpuluh motor, berjajar-jajar. Terpaksa kami menguntit dari belakang, lambat-lambat. Hampir tiga jam kami di perjalanan, hingga akhirnya menemukan sebuah monumen bertuliskan Bandar Penawar! Alhamdulillah, Desaru sudah dekat!
Dan syukur, kami pun mendapatkan kamar dekat kolam renang. G-101. Begitu masuk, anak-anak sibuk ber-whaa... whaaa, alias takjub dengan fasilitas dan bagusnya tata letak kamar. Tanpa perintah, mereka langsung menyalakan AC, TV dan naik ke kasur, hahaha... *norak*
Sementara si kecil langsung nyemplung ke bathtub.. yeyyy!
Setelah mandi, Mama menyiapkan semua anggota keluarga dengan baju rapi jali khas kostum dinner. Maklum, dah mau maghrib. Biar sekalian, gitu. Kan bawa bajunya juga dikit, hohoho...
Sampai di lapangan dekat tempat dinner, Mama shock! Ternyata acaranya adalah permainan keluarga, wahahaha... saltum deh! Gak pa pa, Satria and Fam, pantang mundur. Meski dengan baju resmi, kami tetap berpartisipasi.
Farid ikutan lomba mengutip gula-gula. Lucu sekali! Dia bisa, lho, diberikan instruksi. Dengan plastik di tangan, dia lari menuju seberang sana, untuk mengambil jelly dan gula-gula. Tapi oh tapi... saat menemukan jelly untuk pertama kalinya, bukannya dimasukkan ke dalam plastik dan melanjutkan tugas, malah minta dibukain... whoaaaaa! Mama guling2, gagal jadi emaknya sang juara, hiks... hiks... *lebay
Akhirnya, saat semua peserta sibuk memberikan hasil kutipannya *bahasanya, hihi* ke panitia, Farid sibuk makan jelly... nyam!
Dan lomba berikutnya diikuti oleh Thariq. Lombanya adalaaaahhhhh... "mengutip gula-gula dengan mulut!" --mana gula-gulanya diletakkan di dalam taburan tepung lagi, wahahaha... hasilnya, Thariq berhasil mendapatkan dua buah gula-gula, dengan mulut dan hidung penuh tepung, xixixixi *ga tega*
Sayangnya, si Ayah ga ikutan lomba. Malu kalah katanya... idiiiihhhh, masak Satria begitu sih? Bukannya pas kecil jagonya main? :-P
Sore itu, lomba diakhiri dan direncanakan akan dilanjutkan esok hari. Kesempatan kami untuk ke pantai.
Tadinya kami cuma mau foto-foto saja. Tapi namanya anak-anak, saling lempar pasir dan sebagainya akhirnya basah deh tuh bajuuu... Yaahhh, demi pengalaman baru si anak, gak pa pa lah! Lalu, siapa yang bisa marah kalau lihat mereka bahagia seperti ini?
Satu hari menjelang berangkat, kami belanja mainan untuk membuat istana pasir. Semua hal sudah tertata rapi di benak Mama. Sayangnya, malam itu Ayah datang dengan membawa kabar yang kurang menyenangkan.
Si biru, Wira 96 kami, terkena gearnya. Menurut Haji Halil, harus diganti. Ga boleh dibawa pergi jauh. Ayah bilang, ke Desarunya dibatalkan. Hiks, sedihnyaaa... Alhamdulillah, Mama dapat akal.
Singkat cerita, kami menyewa mobil dari Pak Aulia. Alhamdulillah, pagi-pagi menjelang berangkat, Myvi 2006 berwarna merah saga, sudah nangkring di depan rumah. Asyiknyaaaa....
Anak-anak sibuk 'mencoba' mobilnya. Sementara Mama masih sibuk juga di dapur, menyelesaikan pesanan IKMI untuk acara esok hari: 100 risoles dan 4 loyang brownies, ouch!
Tepat jam 12 siang, semua selesai. Kami siap berangkat. Tentu mampir dulu ke rumah Bu Has untuk mengantar kue.
Kami yang tak pernah ke mana-mana, hanya mengandalkan Sygic saja. Alhasil, si dia menunjukkan jalan yang teramat puanjaaaaangggg. 121km, lewat Kota Tinggi, whoaaaaa....! --sempat kesasar ke jalan menuju Mersing segala, hihihi *of the record*--
Jalan yang berliku, sempit, naik turun dan ramai kendaraan. Ada rombongan biker di depan kami. Berpuluh motor, berjajar-jajar. Terpaksa kami menguntit dari belakang, lambat-lambat. Hampir tiga jam kami di perjalanan, hingga akhirnya menemukan sebuah monumen bertuliskan Bandar Penawar! Alhamdulillah, Desaru sudah dekat!
Dan syukur, kami pun mendapatkan kamar dekat kolam renang. G-101. Begitu masuk, anak-anak sibuk ber-whaa... whaaa, alias takjub dengan fasilitas dan bagusnya tata letak kamar. Tanpa perintah, mereka langsung menyalakan AC, TV dan naik ke kasur, hahaha... *norak*
Sementara si kecil langsung nyemplung ke bathtub.. yeyyy!
Setelah mandi, Mama menyiapkan semua anggota keluarga dengan baju rapi jali khas kostum dinner. Maklum, dah mau maghrib. Biar sekalian, gitu. Kan bawa bajunya juga dikit, hohoho...
Sampai di lapangan dekat tempat dinner, Mama shock! Ternyata acaranya adalah permainan keluarga, wahahaha... saltum deh! Gak pa pa, Satria and Fam, pantang mundur. Meski dengan baju resmi, kami tetap berpartisipasi.
Farid ikutan lomba mengutip gula-gula. Lucu sekali! Dia bisa, lho, diberikan instruksi. Dengan plastik di tangan, dia lari menuju seberang sana, untuk mengambil jelly dan gula-gula. Tapi oh tapi... saat menemukan jelly untuk pertama kalinya, bukannya dimasukkan ke dalam plastik dan melanjutkan tugas, malah minta dibukain... whoaaaaa! Mama guling2, gagal jadi emaknya sang juara, hiks... hiks... *lebay
Akhirnya, saat semua peserta sibuk memberikan hasil kutipannya *bahasanya, hihi* ke panitia, Farid sibuk makan jelly... nyam!
Dan lomba berikutnya diikuti oleh Thariq. Lombanya adalaaaahhhhh... "mengutip gula-gula dengan mulut!" --mana gula-gulanya diletakkan di dalam taburan tepung lagi, wahahaha... hasilnya, Thariq berhasil mendapatkan dua buah gula-gula, dengan mulut dan hidung penuh tepung, xixixixi *ga tega*
Sayangnya, si Ayah ga ikutan lomba. Malu kalah katanya... idiiiihhhh, masak Satria begitu sih? Bukannya pas kecil jagonya main? :-P
Sore itu, lomba diakhiri dan direncanakan akan dilanjutkan esok hari. Kesempatan kami untuk ke pantai.
Tadinya kami cuma mau foto-foto saja. Tapi namanya anak-anak, saling lempar pasir dan sebagainya akhirnya basah deh tuh bajuuu... Yaahhh, demi pengalaman baru si anak, gak pa pa lah! Lalu, siapa yang bisa marah kalau lihat mereka bahagia seperti ini?
Tuesday, 7 May 2013
Sehat Terus, Nak...
Hari minggu kemarin --5 May--, saat Malaysia mengadakan pilihan raya, Mama dikejutkan dengan tangisan Farid yang tak biasa. Ketika mandi pun kakinya bergetar, seperti tak kuat menyangga tubuhnya. Mama angkat, dan periksa, tak ada apa-apa yang mencurigakan.
Mama langsung bangunkan Thariq dan Thariq handle Farid pagi itu sementara Mama nyapu dan ngepel.
Farid dan Thariq menonton video water cat di Utube.
Mama dengar, Thariq mencoba mengobati kaki adiknya dengan doa. Mama terharu sekali. Dalam hati, Mama yang dipenuhi rasa khawatir mengaminkan usaha Thariq.
Lalu Mama selesai ngepel. Lantai dah kering.
Farid mulai turun. Mulai ceria. Mulai jalan meski kaki kirinya masih 'dengkling'.
Makin siang kakinya makin oke. Alhamdulillah...
Lalu Mama bilang, kalau Farid sembuh, kita akan ke Legoland!
Alhamdulillah, Farid makin ceria.
Esoknya masih sama. Tapi mendingan, Alhamdulillah.
Hari ini, Selasa... Ahamdulillah Farid dah ceria. Seperti biasa, berjalan dengan kaki yang normal. Duh, Nak... sehat terus ya. Mungkin kakimu sakit karena kena karpet tempo hari pas dikejar2 Thariq waktu mau dipakaikan jaket yaa... Mama lihat, kamu pegang jempol dan kaki kirimu dengan wajah meringis.
Atau bisa jadi kedinginan karena AC?
Ya Allah...
Jagalah fitrah anak-anakku.
Berilah mereka kesehatan lahir batin, kecerdasan otak, akhlak yang mulia dan derajat yang tinggi dunia akhirat, aamiin...
Mama langsung bangunkan Thariq dan Thariq handle Farid pagi itu sementara Mama nyapu dan ngepel.
Farid dan Thariq menonton video water cat di Utube.
Mama dengar, Thariq mencoba mengobati kaki adiknya dengan doa. Mama terharu sekali. Dalam hati, Mama yang dipenuhi rasa khawatir mengaminkan usaha Thariq.
Lalu Mama selesai ngepel. Lantai dah kering.
Farid mulai turun. Mulai ceria. Mulai jalan meski kaki kirinya masih 'dengkling'.
Makin siang kakinya makin oke. Alhamdulillah...
Lalu Mama bilang, kalau Farid sembuh, kita akan ke Legoland!
Alhamdulillah, Farid makin ceria.
Esoknya masih sama. Tapi mendingan, Alhamdulillah.
Hari ini, Selasa... Ahamdulillah Farid dah ceria. Seperti biasa, berjalan dengan kaki yang normal. Duh, Nak... sehat terus ya. Mungkin kakimu sakit karena kena karpet tempo hari pas dikejar2 Thariq waktu mau dipakaikan jaket yaa... Mama lihat, kamu pegang jempol dan kaki kirimu dengan wajah meringis.
Atau bisa jadi kedinginan karena AC?
Ya Allah...
Jagalah fitrah anak-anakku.
Berilah mereka kesehatan lahir batin, kecerdasan otak, akhlak yang mulia dan derajat yang tinggi dunia akhirat, aamiin...
Berbenah
Haduuuh, maafkan Mama anak-anakku. Baru sekarang Mama bisa nulis lagi cerita tentang kalian.
Hari ini, Mama baca sebuah artikel yang ditulis seorang Ibu berdomisili di Jepang. Beliau mengatakan bahwa di sana, pendidikan moral sangat ditekankan.
Salah satu yang mungkin bisa Mama adopsi untuk kalian di tahap awal adalah soal tolong menolong. Hmm, rasa-rasanya... empati di antara kalian belum terbangun sempurna. Kalian hanya mau membantu saudara jika Mama minta.
Naaahhhh...
Ini nih yang kudu dibenahi.
Okeee...
Mulai besok, insya Allah, Mama akan menetapkan petugas harian dan Mingguan di rumah kita. Petugas harian dan Mingguan, Ma?
Iya, benar! Petugas harian yang akan membantu Mama 'melayani' anggota keluarga lainnya.
Tugasnya?
1.Membantu Mama menjaga Farid. Misalnya, kalau Mama perlukan bantuan mengambil diapers, misalnya, petugas harianlah yang mengerjakan. Okee?
2. Mengingatkan saudaranya untuk sholat dan mengaji. Pastinya, yang mengingatkan juga harus ingat duluan, dong, ya!
3. Mengingatkan saudaranya untuk MANDI. Nah loh! Siapa malas mandi? ho ho hoooo...
Petugas Mingguan.
Tugasnya mudah saja.
1. Membantu Mama menyapu rumah.
2. Membantu Mama membersihkan mainan.
3. Membantu Mama menyajikan makanan saat kita makan bareng.
4. Jika kita jalan-jalan, petugas mingguan bertugas membantu Mama menyiapkan perbekalan.
Naahhh, segitu dulu deh...
kita try out dulu yaa. Insya Allah, ke sananya akan semakin sholeh anak-anak Mama, aamiin...
Luv U Kiddos!
Mama
Hari ini, Mama baca sebuah artikel yang ditulis seorang Ibu berdomisili di Jepang. Beliau mengatakan bahwa di sana, pendidikan moral sangat ditekankan.
Salah satu yang mungkin bisa Mama adopsi untuk kalian di tahap awal adalah soal tolong menolong. Hmm, rasa-rasanya... empati di antara kalian belum terbangun sempurna. Kalian hanya mau membantu saudara jika Mama minta.
Naaahhhh...
Ini nih yang kudu dibenahi.
Okeee...
Mulai besok, insya Allah, Mama akan menetapkan petugas harian dan Mingguan di rumah kita. Petugas harian dan Mingguan, Ma?
Iya, benar! Petugas harian yang akan membantu Mama 'melayani' anggota keluarga lainnya.
Tugasnya?
1.Membantu Mama menjaga Farid. Misalnya, kalau Mama perlukan bantuan mengambil diapers, misalnya, petugas harianlah yang mengerjakan. Okee?
2. Mengingatkan saudaranya untuk sholat dan mengaji. Pastinya, yang mengingatkan juga harus ingat duluan, dong, ya!
3. Mengingatkan saudaranya untuk MANDI. Nah loh! Siapa malas mandi? ho ho hoooo...
Petugas Mingguan.
Tugasnya mudah saja.
1. Membantu Mama menyapu rumah.
2. Membantu Mama membersihkan mainan.
3. Membantu Mama menyajikan makanan saat kita makan bareng.
4. Jika kita jalan-jalan, petugas mingguan bertugas membantu Mama menyiapkan perbekalan.
Naahhh, segitu dulu deh...
kita try out dulu yaa. Insya Allah, ke sananya akan semakin sholeh anak-anak Mama, aamiin...
Luv U Kiddos!
Mama
Monday, 15 April 2013
Si Peniru Suara
Farid, 1 tahun 8 bulan, 13 hari
Pandai menirukan suara apa saja. Termasuk tawa kami, :-)
Farid juga suka menirukan aktiviti Abang dan Mas. Jika Abang mengaji, Farid ikut membuka Quran. Sesekali dibawanya Quran tersebut ke hadapan Mama, sekedar untuk mendapat komentar. Jika Mama sudah bilang, "Masya Allah, sholehnyaaa...," ia tersenyum dan kembali ke tempat semula.
Sekarang sedang membaca, karena Mas belajar. Ga mau kalah, ceritanya.
Farid suka minum air putih, suka sekali.
Oh iya, kemarin pas ikutan Daurah, Farid sholeh lho... main-main sama kawan-kawannya sementara Mama serius mendengarkan pembicaranya, :-)
Lalu tidur lamaaa banget, pas Mama waktunya makan siang.
Sorean baru bangun dan minta makan. Whuaaa, banyak pula makannya.
Tadi pagi, ditimbang BBnya sudah 11,3kg. Alhamdulillah.
Sehat terus ya Nak yaa...
Pandai menirukan suara apa saja. Termasuk tawa kami, :-)
Farid juga suka menirukan aktiviti Abang dan Mas. Jika Abang mengaji, Farid ikut membuka Quran. Sesekali dibawanya Quran tersebut ke hadapan Mama, sekedar untuk mendapat komentar. Jika Mama sudah bilang, "Masya Allah, sholehnyaaa...," ia tersenyum dan kembali ke tempat semula.
Sekarang sedang membaca, karena Mas belajar. Ga mau kalah, ceritanya.
Farid suka minum air putih, suka sekali.
Oh iya, kemarin pas ikutan Daurah, Farid sholeh lho... main-main sama kawan-kawannya sementara Mama serius mendengarkan pembicaranya, :-)
Lalu tidur lamaaa banget, pas Mama waktunya makan siang.
Sorean baru bangun dan minta makan. Whuaaa, banyak pula makannya.
Tadi pagi, ditimbang BBnya sudah 11,3kg. Alhamdulillah.
Sehat terus ya Nak yaa...
Monday, 11 March 2013
Salim pada Mangga
Beberapa kali Mama ajak Farid belanja berdua saja ke Jusco. Tentu, ia akan memperhatikan setiap gerak gerik Mama.
Saat memilih buah mangga, Mama selalu menciumi pangkal buahnya, untuk membaui harumnya. Mangga yang harum, pastilah masak dan manis! Begitu prinsip Mama :-P
Semalam, Mama dan semua anggota tim kembali ke Jusco. Sewaktu di area buah, Mama langsung memasukkan beberapa mangga ke dalam plastik. Pasti, setelah sebelumnya dicium dulu.
Laluuuu... apa yang dilakukan baby Farid?
Dia ambil satu mangga, diciumnya dengan mulut lalu dinaikkan ke ubun2, persis saat ia salim pada kami.
Masih ada cerita.
Tadi pagi menjelang siang *jam 10 maksudnya, hehehe*, Mama menyuruh Farid milih. Mau minum susu dulu apa makan mangga. Dia nunjuk susu sambil bilang, "Tuh... tuh!"
Baiklah, Mama mengambilkan susu dan meletakkan mangga di meja.
Tapi apa yang terjadi? Farid mengambil mangganya, lalu meletakan di ubun2! *masih persis kayak kalau dia lagi salim*
Whoaaaa...
Jadi selama ini, dalam pandangan Farid, Mama selalu salim pada buah manggaaaaa, qiqiqiq...
*nyengir sambil ngikik*
Saat memilih buah mangga, Mama selalu menciumi pangkal buahnya, untuk membaui harumnya. Mangga yang harum, pastilah masak dan manis! Begitu prinsip Mama :-P
Semalam, Mama dan semua anggota tim kembali ke Jusco. Sewaktu di area buah, Mama langsung memasukkan beberapa mangga ke dalam plastik. Pasti, setelah sebelumnya dicium dulu.
Laluuuu... apa yang dilakukan baby Farid?
Dia ambil satu mangga, diciumnya dengan mulut lalu dinaikkan ke ubun2, persis saat ia salim pada kami.
Masih ada cerita.
Tadi pagi menjelang siang *jam 10 maksudnya, hehehe*, Mama menyuruh Farid milih. Mau minum susu dulu apa makan mangga. Dia nunjuk susu sambil bilang, "Tuh... tuh!"
Baiklah, Mama mengambilkan susu dan meletakkan mangga di meja.
Tapi apa yang terjadi? Farid mengambil mangganya, lalu meletakan di ubun2! *masih persis kayak kalau dia lagi salim*
Whoaaaa...
Jadi selama ini, dalam pandangan Farid, Mama selalu salim pada buah manggaaaaa, qiqiqiq...
*nyengir sambil ngikik*
Saturday, 9 February 2013
Kedai Bang Iq dan Mas Zaki
Sudah beberapa hari ini, Thariq membuka kedai di rumah. Menunya beef burger dan benjo.
Kemarin malam, terjadi perbincangan Thariq dan Zaki.
Zaki : Bang, sedaplah benjonya. Zaki mau yang kayak gini besok ya.
Thariq : Kedainya buka pukul 12, 5 dan 8. Kalau pukul 12 tak ada, belilah pukul 5. Kalau pukul 5 tak ada, belilah pukul 8. Kalau pukul 8 tak ada, belilah esoknya.
Zaki : alaahhh... lamanya.
Thariq : Ya memang gitu. Kalau mau sentiasa ada, harus punya member card.
Zaki : Macam mana boleh dapat member card?
Thariq : harus beli lebih daripada 20 burger dalam satu minggu.
Zaki : alahhhhhh...
Mama : hahaha, smart!
sekarang, Zaki ikutan jualan. Kedai Minum Zaki namanya. Jual air putih dengan ice cube. Kalau icenya kecil, harganya 5 sen. Kalau icenya besar-besar harganya 50 sen... eh, seringgit! Dan harus bayar betul-betul.
Waks! Burger yang sedap saja free, ini air putih bayar.... ck ck ck!
Kemarin malam, terjadi perbincangan Thariq dan Zaki.
Zaki : Bang, sedaplah benjonya. Zaki mau yang kayak gini besok ya.
Thariq : Kedainya buka pukul 12, 5 dan 8. Kalau pukul 12 tak ada, belilah pukul 5. Kalau pukul 5 tak ada, belilah pukul 8. Kalau pukul 8 tak ada, belilah esoknya.
Zaki : alaahhh... lamanya.
Thariq : Ya memang gitu. Kalau mau sentiasa ada, harus punya member card.
Zaki : Macam mana boleh dapat member card?
Thariq : harus beli lebih daripada 20 burger dalam satu minggu.
Zaki : alahhhhhh...
Mama : hahaha, smart!
sekarang, Zaki ikutan jualan. Kedai Minum Zaki namanya. Jual air putih dengan ice cube. Kalau icenya kecil, harganya 5 sen. Kalau icenya besar-besar harganya 50 sen... eh, seringgit! Dan harus bayar betul-betul.
Waks! Burger yang sedap saja free, ini air putih bayar.... ck ck ck!
Subscribe to:
Posts (Atom)



