Monday, 10 June 2013

Inilah Hasil Perjuanganmu, Nak...

Anakku, Thariq dan Zaki.

Ingatkah kalian, di akhir bulan Juni 2007, bertiga kita berangkat berhijrah ke negeri ini. Negeri asing, tempat ayahmu menuntut ilmu.
Bertiga saja kita kuatkan hati, demi berjumpa dengan Ayah yang sudah menanti.

Kita menyaksikan lambaian tangan dan doa-doa dipanjatkan, oleh Mbah Halim... Mbah Uti, para Oom dan Bulik kalian. Menyaksikan mata mereka mengembun, merasakan kelopak mata yang basah.

Lalu kita sampai jua di negeri ini. Disambut senyum Ayah yang hampir saja tak kalian kenali. Senyum haru bercampur duka, karena Ayah hanya bisa menjemput di bandara, bukan di negeri kita seperti keinginan hatinya.

Lalu kita diajak naik bus, dari Kuala Lumpur menuju Johor, tempat Ayah menuntut ilmu sekaligus bekerja.
Ingatkah kalian, Nak. Aroma baru sepanjang jalannya? Suasana baru, tarian pohon sawit di ladang... juga kendaraan dengan kecepatan di atas rata-rata.

Mama tersenyum sendiri kala itu. Sungguh, meski Mama tak tahu kehidupan seperti apa yang akan kita jalani, tapi Mama bersyukur... Mama bahagia, karena Allah sudah menyiapkan satu episode baru dalam hidup kita.

Dan hari berganti.
Jika di Bandung kalian adalah anak seorang Ibu asisten direktur sebuah LSM bertaraf nasional, di tanah rantau ini, kalian adalah anak seornag Ibu penjual kue.

Penjual kue yang setiap sore menyiapkan dagangan untuk keesokan hari.
Penjual kue yang begadang memenuhi pesanan pelanggan.
Penjual kue yang setiap pagi meninggalkan kalian, bermotor sebelum bermobil, menuju kedai-kedai tempat kue dititipkan.

Alhamdulillah ala kulli hal...

Sungguh, hanya senyum di bibir Mama ketika mengetikkan tulisan ini. Mama bangga, karena bisa menikmati setiap detik yang terlewati. Suka maupun sedih...

Dan Nak...
Setelah perjuangan panjang. Setelah hadirnya adik Farid melengkapi cerita kita,

Hari itu, tanggal 14 Oktober 2012, Ayah kalian diwisuda.

Melihat video Ayah menerima ijazah dari Sultanah, mengalir air mata Mama.

Inilah hasil perjuangan kalian, Sayangku...
Kalian penyemangat hidup Ayah dan Mama, ketika lelah sudah sedemikian meraja.

Kini, kami persembahkan hadiah indah ini untuk kalian bertiga.
Doa kami,

Semoga Allah mudahkan jalan hidup kalian,
hingga dapat meraih kebaikan dan kesuksesan dunia akhirat,
jauh lebih tinggi dari kami berdua.


No comments:

Post a Comment