Thursday, 6 June 2013

Matikan HPnya, Mas...

Baca berita hangat tentang pemukulan seorang pramugari maskapai nasional oleh pejabat hanya karena ditegur untuk mematikan HP, saya jadi ingat kejadian beberapa tahun lalu.

Saat itu, kami sekeluarga sedang dalam perjalanan mudik ke kampung halaman. Kami naik pesawat dari LCCT Kuala Lumpur menuju Surabaya, satu pesawat dengan begitu banyak pekerja dari Indonesia lainnya. Kebanyakan dari mereka, membawa alat komunikasi yang cukup canggih. HP Mas kalah jauhhhh, :-)

Singkat cerita, saat pesawat mau take off, suami yang duduk di seberang kanan saya, mengingatkan penumpang di sebelahnya untuk mematikan HP.

Sekali... dua kali, sang penumpang bergeming. Hanya menengok sebentar, lalu kembali asyik dengan HPnya.

Bahkan ketika pramugari mengingatkan, beliau juga tetap pada posisi semula. Saya mengecek headphone di telinganya, jangan-jangan masih nempel dan beliau tidak mendengar anjuran Si Mas dan Pramugari tersebut.

Tapi nyatanya tidak. Reaksinya benar-benar menguji kesabaran. Hingga akhirnya suami kembali mengingatkan, "Mas, tolong, HPnya dimatikan. Pesawat sudah mau take off."

Setelah memandang agak lama, penumpang tersebut akhirnya menurut. Kami menarik napas lega. Tapi....

"Matikannya bukan hanya begitu, Mas. Di non aktifkan, dipencet yang itu," ucap Mas sambil nunjuk tombol untuk menonaktifkan HP sang penumpang.

Saya mengerutkan kening ketika penumpang tersebut tampak sangat bingung dan heran dengan perkataan Mas.

"Apanya?"

"Boleh saya bantu?" Mas menawarkan diri.

Sang penumpang memberikan HPnya.

KLIK! HP pun non aktif.

Sang penumpang tampak makin kebingungan. Menekan-nekan tombolnya tak berhasil juga, hingga akhirnya, "HP saya sampean apakan? Kok enggak mau hidup? Nanti kalau rusak gimana?" *panik*

"Tenang, Mas. Nanti kalau sudah mendarat saya betulkan." ucap Mas cuek.

Ohohoho, no komen dehhh...

No comments:

Post a Comment