Saya menggandeng Thariq dan Zaki menyeberang jalan yang terkenal sebagai tempat paling seram karena sering kecelakaan. Alhamdulillah aman sampai di lapangan dekat kuda, dan kami bisa menikmati show itu dengan tenang dan bahagia *duh, bahasanya, hehehe.
Itulah pertama kali kami mengenal Nabil Ismail, rider yang hebat dan langsung menjadi idola kami. Saking senengnya sama si Nabil, kami bahkan berencana menamai deja Nabil Ismail juga supaya kelak pandai berkuda. Beuuu... :-)
Oh iya, sempat ada percakapan lucu antara saya dengan anak-anak. Melihat hebatnya beliau *dilarang protes*, saya ingin sekali punya anak yang pandai berkuda juga. Maka saya pun menanyai anak-anak:
Saya: "Bang, Mama sekolahkan berkuda, ya. Biar hebat kayak Nabil Ismail." *ngarep, ga mikir biayanya dari mana*
Iq : "Enggak mau."
Saya: "Zaki mau, ya." *ngerayu, biaya mah dipikir nanti, yang penting mau dulu*
Zaki: "Enggak."
Saya: "Terus, siapa dong? *sedih*
Iq dan Zaki: "Adik di perut aja." *tanpa ekspresi*
Huwaaaa... kasiannya deja, belum lahir sudah dibebani dengan keinginan Mama, hiks...
Tahun berikutnya, deja dah lahir dong, ya...
Tapi rupanya kami lupa dengan obsesi kami sebelumnya, dan adik pun dinamai Muhammad Yusron Farid *semoga dimudahkan menjadi orang hebat, aamiin*
Seperti tahun sebelumnya, kami pergi sendiri tanpa Ayah mendampingi. Kali ini pasukan bertambah seorang lagi, bayi berusia sembilan bulan, :-) *niat banget*
Sementara si Ayah masih menyelesaikan koreksian thesis di Makmal *Alhamdulillah sudah VIVA dan lulus*.
Alhamdulillah, tahun kemarin banyak barengannya. Keluarga Mbak Rela, keluarga Mbak Lina dan keluarga Bu Ida. Seneeeeng banget :-)
Dan lagi-lagi Nabil Ismail kembali menjadi juaranya. Bedanya, kali ini tak ada lagi percakapan seperti tahun sebelumnya *dah jelas-jelas mereka enggak mau. Nanti aja kalau Farid dah besar, mau ditanya langsung, hihihi --keukeuh
Tahun ini, 6-9 Juni 2013, show digelar lagi. Rumah kami sudah pindah, tak lagi di U8 seperti tahun sebelumnya. Tapi yang namanya punya idola, wajib lihat idolanya main, laaahhh!
Alhamdulillah, tak seperti dua tahun sebelumnya, kali ini kami tak perlu kepanasan. Wira 96 menyelamatkan kami dari panasnya udara Johor, hohoho *lebayyy*
Kami berangkat pukul 4 sore, jauh melenceng dari niat awal. Tadinya mau nonton bareng Ummu Wafa, Wafa dan Husna. Sayangnya gagal karena Wafa dan keluarga sudah keluar dari pagi meriksakan deja di perut, :-) *insya Allah lain kali ya, aamiin...
Sampai di sana, seperti biasa jalan utama ditutup. Tapi tahun ini disediakan parkir khusus kendaraan awam, di padang yang sebelumnya hanya ditanami rumput. Karena cuaca sangat panas, saya pun nyari parkir yang sedikit teduh. Alhamdulillah ada, meskipun harus berbeda dengan barisan kendaraan yang lain. Kami mojok sendirian di ujung, di tempat yang terkena bayangan deretan pohon di kiri jalan, :-)
Setelah mobil terparkir sempurna, kami berjalan menuju panggung yang disediakan untuk penonton.
Sayangnya, show baru saja selesai. Lapangan sedang diratakan kembali. Sementara rider dan kuda yang akan show berikutnya sedang berlatih di lapangan sebelah.Zaki sadar kamera, :-)
Daannnn, setelah menunggu beberapa lama, akhirnya show pun dimulai. Pak Man yang masih muter-muter meratakan pasir diminta keluar arena, hihihi... *Pak Man-nya cool, malah muter sekali lagi, :-) *lupa moto Pak Man dan kendaraan ajaibnya, :-)
Satu per satu rider menunjukkan kebolehannya. Ada yang balok rintangannya jatuh satu, dua bahkan ada yang dieliminasi karena terjatuh dari kuda. Hiks, sedihnya... pulang dengan berjalan kaki, :-(
Hingga tibalah saatnya si gadis cilik. The younger rider dari UK menunjukkan kebolehannya. Satu per satu rintangan ia lewati dengan mulus dan cepat. Hingga rintangan terakhir, ia sama sekali tak menjatuhkan balok.
Ia pun menjadi yang tercepat, hanya perlu 55 detik saja untuk melewati 10 rintangan. Tepuk tangan bergemuruh, kuda pun ditepuk-tepuk sayang oleh pemiliknya.
Emak Thariq terharuuuu... menetes air mata melihat ridernya begitu berterima kasih sama si kuda. Si neng geulis pulang dengan bangga, disambut sang Mama dan Nenek tercinta, difoto berulang kali.
Hebatnyaaa...
Keinget, tahun kemarin, gadis cilik ini hanya ikut di lomba terakhir, sebagai penggembira. Ia menjatuhkan banyak balok waktu itu.
Tiba-tiba ada keinginan untuk berfoto bersama. Setelah merayu Iq untuk menjadi fotografer dan berhasil, kami berjalan menuju keluarga penunggang hebat itu berkumpul. Rupanya beberapa orang sudah mengerubuti mereka. Meminta difoto bahkan ada yang minta dinaikkan ke kudanya. Dan keluarga itu ternyata ramahhhh banget.
Kami pun berkenalan.Si kecil yang comel dan hebat itu bernama Cathy. Dan Mamanya sibuk memberikan permen polo pada sang kuda, sebagai hadiah atas kerjasama yang baik selama show... hmmm, saat kami foto, harum polo menguar dari mulut si kuda keren... *baru tahu kalau kuda suka permen... polo pula, hihihi*






Pengalaman yang seru bu! Kirim ke media bu Ary :-)
ReplyDeletemakasih Bu Tutiiii, :-)
ReplyDelete