Alhamdulillah... semua atas kemurahan Allah.
Malam ini, Farid dah enggak muntah lagi. Tidur nyenyak dia. Masya Allah, manis sekali. Barakallahu, Nak,
Tadi, kira-kira jam setengah sebelas, kami ke dokter. Farid baru bangun dari tidur, langsung kugendong dan masukkan mobil. Di dokter, dapat giliran no. 37. Hmm, lama lagi, baru nomor 9 yang dipanggil. Setelah menunggu sampai nomor 10, Farid mulai gelisah. Aku pun memutuskan untuk mengajaknya pulang.
Baru sampai di samping gelas besar, gerimis merapat. Farid muntah. Banyak, seukuran minum air putihnya tadi. Mengenai kerudung dan tasku. Setelah kuusap sisa muntah di mulut dan kakinya, kami pulang.
Sesampai di rumah, ia minta minum lagi. Selain kuberi minum *dua kali ia minta*, ia pun minta makan. Kusuapi, dapat 5 suap. Alhamdulillah.
Lalu lihat Poli Robocar hingga menjelang pukul 12. Tepat pukul 12, kami pergi. Rencanaku, menjemput Iq lalu beli tiket parkir. Setelah itu, menjemput Zaki dengan jalan kaki. Karena sudah lama kutinggalkan, kuminta Iq melihat giliran yang dipanggil. Rupanya sudah nomor 34. Hmm, akhirnya kuparkir mobil dan kugunakan tiket parkir sebelumnya dengan menambal sulam angkanya. Terpaksa. Tak mungkin ke Rainbow karena sudah hampir 37.
Setelah urusan tiket parkir beres, kami jemput Zaki dulu. Alhamdulillah lancar. Saat kami sudah duduk di bangku menunggu giliran, ternyata malah no. 23 yang dipanggil.
Lalu 36.
Dan 37.
Dokter Siti Fatimah menyambut ramah. "Cuaca nih tak bagus, so sakitlah anak dokter, nie, ya!" serunya dengan senyum.
Diperiksa. Dada, ok. Tak ada masalah. Perut, sepertinya ada angin yang tersangkut. Tekaknya rupanya sedang bengkak dan merah. Diputuskan untuk dinebulasi satu kali, lalu dicek apakah suhu tubuh Farid makin naik atau tidak.
Dinebulasi.
Periksa lagi. Alhamdulillah, lendir dah cair. Pernapasan oke, perut oke. Diberi obat sakit tekak/lendir, muntah/angin dan demam.
Sampai di rumah, diminumlah si obat muntah. Sambil nunggu makan, Farid minta minum lagi. Eh, muntah buanyak. Allah... lemes nian anakku.
Lalu suara Ibu terngiang-ngiang, "kasih minumnya dikit-dikit aja!"
Akhirnya kukasih minum air putih lewat pipet. Dan sejak jam 4 tadi, aman terkendali.
Sehat terus ya, Nak... besok ikut liqo ke ammah Jannah, :-)
No comments:
Post a Comment