Maaf terlambat memposting, Farid...
Seperti yang Mama tulis di hari lahir Mas Zaki, Mama pun ingin menulis cerita tentang kelahiranmu.
-----
Kamis, 28 Juli 2011
Mama, dengan diantar Bang Iq dan Mas Zaki periksa di Dokter Isa. Klinik Perdana, belakang Jusco. Ketika dicek, ternyata pintu rahim sudah tipis. Sudah siap untuk melahirkan. Karena menjelang puasa dan Sabtu Ahad libur, Mama dijadwalkan lahiran Selasa, 2 Agustus. Jam 7 pagi sudah harus datang ke klinik.
Selama lima hari Mama berjuang untuk menyelesaikan tilawah Mama. Sesuai janji Mama, anak ketiga, tiga kali khatam.
Alhamdulillah, Allah mudahkan.
Bahkan, Mama masih sempat puasa di hari pertama Ramadhan. Sempat tarawih dua malam. Malam 1 Ramadhan dan malam 2 Ramadhan. Alhamdulillah, :-)
***
Selasa pagi, 2 Agustus 2011/2 Ramadhan 1432
Jam tujuh pagi, Mama dan Ayah mengantar Abang dan Mas ke rumah Bu Bambang. Dititipkan, lengkap dengan uang sekian ringgit untuk jajan dan beli mainan, hmm. Waktu itu mereka pengen beli Ben10.
Mama diantar Ayah menuju klinik.
Begitu masuk, Ayah langsung dimintai bayar. Inilah bedanya klinik Indonesia dan Johor, :-P Kalau di Indonesia, Abang (di Rumah Sakit Lavalette) dan Mas (Rumah Sakit Al Islam), dibayar sama AsKes Swasta yang dijamin oleh kantor Mama. Kelas 1 dan full, tanpa kami menambahi. Di Klinik Perdana, bayar down payment RM 1000, hehehe.
Mama masuk ke ruang rawat. Dikasih baju ganti, diberi obat pembersih perut agar buang air besar terlebih dahulu. Setelah BAB, Mama pun dimasukkan ke Labor Room. Langsung disambut oleh jarum infus. Yup, Mama diinduksi karena memang tidak mulas sama sekali.
Ini juga bedanya dengan persalinan di Indonesia. Kalau di Indonesia ditunggu mulas kalau di sini, ditetapkan jadwalnya. Terlepas dari itu semua, tentu bukan Dr. Isa yang menetapkan kelahiranmu, ya, Nak. Tapi Allah telah menggariskan cara lahirmu memang seperti ini, :-)
Di cek tekanan darah, ternyata Mama tinggi juga. 144/95. Bidan senior yang biasa dipanggil Emak, sedikit khawatir. Saat ditanya, Mama pun bilang, selama hamil kurang tidur. Akhirnya, ketika infus dimasukkan, ditambahkan obat penahan sakit (jadi induksinya tidak berasa sakit sama sekali), dan ditambahkan obat tidur.
Mama flying. Antara sadar dan tidak, akhirnya bisa tidur.
Ketuban dipecahkan, Mama miring kiri dan pulas.
Ketuban ternyata sudah keruh karena Farid BAB di dalam. Setelah dibantu meluruskan kepala janin, Mama tidur lagi.
Pukul 12.20 *Mama sempat lihat jam*, Mama terbangun dan mulai mulas. Kian lama kian sakit. Hingga akhirnya tiba rasa melahirkan pada pukul 12.31.
Dr. Isa datang. Emak dan dua missi (panggilan untuk suster), bersiaga di depan Mama. Ayah membantu memegang tangan Mama, merasakan cubitan dan remasan kuat karena sakit yang sangat-sangat.
"Iya, pandai. Terus... terus!" begitu aba-aba Dokter.
Lalu, 12.36 lahirlah seorang bayi yang sangat besar. Laki-laki, kepalanya bulat dan badannya kekar. PB 55, BB 3.55kg, sehat sempurna.
Alhamdulillah.
Bahkan saat jalan lahir dijahit Mama sudah tidak merasa sakit.
Setelah bersih, Mama diantar ke ruang rawat dan pukul satu, Farid diserahkan ke Mama untuk disusui. Alhamdulillah.
Sore harinya, Abang dan Mas datang. Tersenyum melihat kehadiran adik baru yang comel. Senangnya mereka, punya tambahan tim, :-)
Dan dengan bantuan Mbah Halim, dinamailah si bayi:
Muhammad Yusron Farid
Semoga menjadi anak sholih yang selalu dimudahkan dalam setiap langkah di jalan Allah, serta mendapat keutamaan dalam setiap urusan, aamiin.
Bdw, namanya sempat mau ditambahi Ramadhan. Tapi takut terlalu panjang. Dan sempat juga ada pilihan, Burhanuddin Farid atau Muhammaf Miftah Farid, :-)
Abang dan Mas lebih memilih Muhammad Yusron Farid, :-)
Selamat hari lahir, Nak. Semoga Allah mudahkanmu untuk menjadi anak sholih, aamiin. Peluk sayang dari Mama, Ayah, Abang Iq dan Mas Zaki.
Luv U,
<3
No comments:
Post a Comment