Sunday, 8 September 2013

Tinggal Injak Gas dan Rem!

Lagi ramai kasus kecelakaan yang melibatkan bocah 13 tahun, saya jadi teringat kejadian beberapa bulan kemarin.

Pagi itu, seperti biasa Thariq (11 tahun) mendapat tugas untuk 'manasin' mobil. Sejak mobil kami ganti matic, perlakuannya berbeda dengan mobil sebelumnya yang manual. Jika dulu, sekali nyalakan langsung bisa dipakai ngebut, sekarang tidak lagi. Mesin mobil harus dipanaskan minimal 2 menit supaya bisa berjalan dengan optimal. Dan untuk urusan ini, cukup membuat Mama repot. Karena harus keluar rumah, ganti kostum dan memerlukan waktu yang lumayan. Terutama jika sedang sibuk-sibuknya ngurus persiapan kue dan anak sekolah.

Alhasil, Thariq pun diajari untuk bisa melakukannya.

Dan rupanya tak sulit mengajarkan hal ini. Mama hanya mengingatkan supaya selalu mengecek persneling selalu dalam posisi 'P' sebelum memasukkan kunci kontak. Sekali putar, mobil pun menyala.

"Tak boleh sentuh apa pun, Bang!" Saya memberi peringatan setiap kali. Anggukannya pun cukup membuat saya puas.

Hingga hari itu, saat saya sudah memasukkan wadah-wadah kue pesanan ke mobil, Thariq tampak memegang tuas persneling. Saya pun panik bukan main.

"Abang cuma mau mundurkan, Ma. Biar siap di luar rumah. Kaki Abang dah sampai ke gas dan rem, kok! Tinggal injak gas dan rem kalau perlu," ucapnya menenangkan saya.

Tanpa sadar saya langsung membentaknya, "Stop, Thariq. Keluar...keluar!"
Seru saya dengan jantung berdebar.

Untunglah Thariq menurut, keluar mobil meski dengan bibir cemberut.

"Kenapa Thariq bisa berpikir begitu? Menyetir kendaraan itu tidak semudah yang Thariq bayangkan. Meski kaki Thariq sudah cukup menginjak pedal gas dan rem, tapi emosi Thariq belum mampu!" omel saya masih deg-degan.

Thariq diam.

"Nyetir itu bukan hanya soal kaki cukup apa enggak cukup, Bang. Banyak hal yang harus dipenuhi. Itulah sebabnya ada batas umurnya. Sekarang kamu jadi penumpang yang baik aja, nanti kalau sudah 17 tahun baru boleh belajar nyetir," lanjut saya.

Thariq diam. Mengangguk dan berjanji tidak akan mengulangi kejadian tadi.
Mungkin saya termasuk orang yang kolot, tapi saya menentang sikap orangtua yang membolehkan anak-anak di bawah umur mengendarai motor atau mobil. Mereka hanya bisa menjalankan kendaraan itu, bukan mengendalikannya.

Allah, lindungilah kami dan anak cucu kami dari perbuatan dzolim dan sia-sia, aamiin.

No comments:

Post a Comment